Penentuan total anorganik dan analisa metil merkuri (MeHg) merupakan informasi penting untuk memantau serapan merkuri dan bioakumulasi dalam ekosistem flora dan / atau fauna. Dengan mengukur kontaminasi merkuri lingkungan, risiko paparan manusia dapat dinilai secara memadai.

Analisa Metil Merkuri Hydra IIC
Hydra IIC Mercury Analyzer

Merkuri (baik organik maupun anorganik) diketahui memiliki efek toksik pada sistem saraf, pencernaan dan kekebalan manusia, dan merupakan ancaman bagi perkembangan janin dan anak usia dini, yang mengakibatkan gangguan perkembangan saraf.

Analisa kuantitatif dan / atau kualitatif spesies merkuri (baik organik maupun anorganik) dalam sampel lingkungan adalah sumber daya berharga yang dapat digunakan untuk memvalidasi pemodelan transportasi merkuri dan nasib di lingkungan global. Dalam beberapa kasus, mengetahui spesies asal dapat membantu dalam mengurangi dan / atau mencegah paparan berbahaya terhadap metil merkuri yang dihasilkan oleh bioakumulasi.

Metode baru yang dikembangkan oleh Kementerian Keamanan Makanan dan Obat Korea, “Notice No. 201898: Methyl Mercury Test Method 9.1.9.2 Law 2” menentukan ekstraksi selektif dengan deteksi CAA untuk penentuan MeHg, digunakan untuk aplikasi ini . Metode ini berlaku untuk semua makanan di Korea yang spesifikasi MeHg standarnya telah ditetapkan.

Prinsip analisis dari metode analisa metil merkuri ini terdiri dari preparasi sampel yang beratnya diketahui dengan HCl (3: 1 HCl / DI air), NaCl (25% b / v DI air) dan toluen, yang kemudian disentrifugasi pada 3000 RPM. MeHg kemudian secara selektif diekstraksi dari fraksi toluen menggunakan larutan L-cysteine dan larutan L-cysteine dibakar. Pasca pembakaran, merkuri dikumpulkan menggunakan amalgamasi emas, dan kemudian dibebaskan sebagai unsur merkuri (Hg) menggunakan proses desorpsi. Terakhir, penghitungan merkuri yang terkumpul dilakukan dengan menggunakan absorpsi atom dan kuantitas MeHg dihitung menggunakan konversi massa dari hasil analitik.

Bahan referensi bersertifikat (CRM) BCR®-463 (Ikan Tuna) digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini dan memiliki konsentrasi MeHg yang dilaporkan dengan nilai CH3Hg + 3,04 μg / g ± 0,16. Berbagai bahan referensi standar (SRM) juga digunakan untuk verifikasi kalibrasi untuk menguji stabilitas metoda analisa.

Eksperimental Analisa Metil Merkuri

Penganalisis merkuri Hydra IIC CAA dari Teledyne dioperasikan oleh perangkat lunak Envoy, yang mengendalikan parameter analisa dari sistem. Optimalisasi parameter memungkinkan analisa metil merkuri dalam konsentrasi trace ng. Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk mengotimalkan instrumen hydra IIc dan parameter ekstraksi untuk penentuan total merkuri dalam ekstraksi air dan membuktikan pengaturan tersebut adalah efektif. Setelah total merkuri ditentukan, konversi massa digunakan untuk menentukan kandungan MeHg sampel.

Peralatan laboratorium

  1. 40 mL clear volatile organic analysis (VOA) vial (16 vials were used for this application)
  2. Vial rack
  3. Centrifuge capable of 3000 RPM rotation at 20 °C
  4. Disposable, single use, plastic transfer pipettes
  5. Volume dependent air displacement pipettes and tips, 10 mL, 5 mL and 0.1 mL
  6. 25 mL glass graduated cylinder
  7. Top loading balance, 1 mg readability
  8. Small spatula
  9. ARM SHAKER
  10. Custom shaker rack for 40 mL vial

Bahan Kimia Analisa Metil Merkuri

  1. Deionized (DI) water; DI water should be >18.18 MΩ-cm resistivity
  2. ACS Grade toluene
  3. ACS Grade sodium chloride crystals
  4. ACS Grade sodium acetate trihydrate
  5. ACS Grade sodium sulfate anhydrous
  6. Hydrochloric acid, 99.99% trace, metal-grade
  7. L-Cysteine hydrochloride monohydrate 99% (F.W 175.64)

Detail mengenai applikasi ini dapat didownload di link berikut

Ingin mengetahui lebih detail, silahkan hubungi kami

Analisa Metil Merkuri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Contact Us