Gas Kromatografi

Gas Kromatografi

Gas Kromatografi atau kromatografi gas (GC) merupakan salah satu dari banyak analisa kimia organik menjadi pilihan karena kemudahan analisa nya, sensitivitas yang tinggi dan luas nya aplikasi. PT. Saranalab Mandiri Analitika (SMA) mendistibusikan GC, GCMS dan HPLC dari ScionInstruments (dahulu adalah Varian Inc), terdapat banyak aplikasi yang dikembangkan oleh Scion Instruments untuk mendukung analisa menggunakan gas kromatografi.

Tulisan ini akan menjabarkan mengenai seperti apakah instrument dari sistem Gas Kromatografi, bagian – bagian nya, petunjuk dasar parameter dan juga optimalisasi dari GC. Sebelum menjelaskan mengenai bagian – bagian dari sistem Gas Kromatografi (GC), akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai sampel apakah yang dapat dianalisa menggunakan GC.

Syarat Sampel Gas Kromatografi

  1. Mudah menguap(Volatile), hanya senyawa yang volatile yang dapat dianalisa. Jika target analisa tidak volatile, umumnya akan di-derivatisasi (direaksikan) menjadi senyawa yang volatile. Contoh : Asam lemak diatas rantai C-10 akan direaksikan menjadi Methyl ester nya yang volatile agar dapat dianalisa menggunakan GC
  2. Tidak mudah rusak karena panas. Karena seluruh bagian dari GC akan dipanaskan, maka target analisa tidak boleh rusak karena panas. Jika terjadi rusak karena panas, maka analisa baik qualitatif maupun quantitatif menjadi tidak dapat dilakukan. Walaupun ada beberapa aplikasi spesifik, menggunakan Pyrolyzer yang malah bertujuan merusak analit dan menganalisa hasil decomposition nya

2 syarat utama diatas umumnya yang harus diperhatikan oleh rekan – rekan untuk menentukan apakah analisa dapat dilakukan menggunakan GC. Umum nya ini adalah yang menjadi patokan saat user, menentukan apakah analisa akan dilakukan menggunakan GC atau sistem lain nya seperti HPLC.

Bagian – bagian Gas Kromatografi

Gas Kromatografi

  • Carrier Gas, merupakan gas pembawa / pendorong sample gas atau liquid / solid setelah diuapkan. Setelah sampel dalam bentuk cair, dinjeksikan di Injektor dan menguap, maka Carrier gas akan membawa uap tersebut masuk kedalam kolom dimana pemisahan terjadi dan akhir nya menuju detektor untuk di deteksi. Carrier gas bersifat inert (secara umum) sehingga tidak bereaksi dengan sample tersebut. Beberapa pilihan carrier gas adalah Helium, Nitrogen, Argon dan Hydrogen. Kualitas dari carrier gas menentukan sensitivitas hasil analisa dan juga umur dari kolom. Klik disini untuk mengetahui cara meningkatkan kualitas carrier gas. Carrier gas mana yang sesuai untuk analisa anda dapat ditentukan oleh beberapa faktor berikut
    • ¬†Availability / Ketersediaan, hal ini berkaitan dengan seberapa mudah anda mendapatkan gas tersebut yang akhir nya berpengaruh pada harga dari gas tersebut. Helium adalah gas termahal karena merupakan hasil dari gas tambang, Argon adalah urutan berikut nya, kemudian Hydrogen dan paling murah adalah Nitrogen
    • Detektor, apakah detektor yang anda gunakan menentukan carrier gas apa yang cocok digunakan. Apabila anda menggunakan detektor seperti GCMS, PDHID,PDD, maka carrier gas anda harus Helium (GCMS masih dapat menggunakan H2). Jika anda menggunaka detektor TCD, maka pilihan carrier gas tergantung analit anda, misalkan jika anda berniat menganalisa H2 maka carrier gas N2 atau Argon dapat digunakan. Namun patut dicatat, bahwa saat anda menggunakan Ar sebagai carrier gas di TCD maka anda tidak dapat menganalisa Ar dan begitu juga jika anda menggunakan Nitrogen sebagai carrier gas di TCD. Berikut adalah gambaran pilihan gas, tergantung pada detektor yang digunakan
Tabel gas untuk detektor Gas Kromatografi
    • Kecepatan analisa, dengan kekinian GC menggunakan kolom kapiler dalam analisa nya, maka Hydrogen menjadi pilihan carrier gas dengan kemampuan pemisahan yang baik dalam waktu analisa yang lebih ringkas. Hal ini terlihat pada diagram van demteer dibawah, semakin rendah HETP maka pemisahan semakin effisien, dan dapat dilihat pada H2 dapat mempertahankan HETP di level yang dengan flow rate nya di kisaran 30 hingga 60cm/sec. Ini berarti pemisahan di 60 cm/sec sama effisien nya dengan pemisahan di 30cm/sec
Diagram van demteer
  • Flow controller, merupakan bagian yang mengatur aliran gas carrier gas sesuai dengan metode analisa yang digunakan. Flow controller dapat berupa Flow Controller Manual atau Elektronik. Kekinian GC menggunakan Flow Controller Elektronik yang lebih memudahkan dan juga memungkinkan metode terdata rapih.
  • Injektor, merupakan bagian dimana sampel memasuki system GC. Disini sampel cairan diuapkan dan akhir nya uap tersebut dibawa oleh Carrier Gas menuju kolom. Jadi salah satu tugas dari Injektor adalah menguapkan analit, disini suhu injektor menjadi penting untuk memastikan bahwa analit menguap dengan cepat. Jika suhu injektor kurang tinggi, maka ada analit dengan BP tinggi yang tidak akan menguap dan akhir nya tidak teranalisa. Aturan umum yang digunakan adalah suhu injektor diatur 20 derajat lebih tinggi dari titik didih analit. Misalkan anda ingin menganalisa Aceton dengan BP 57, Methanol dengan BP 65 dan Toluene dengan BP 110, maka suhu injektor cukup diatur di suhu 130 derajat celcius.
  • Kolom, di bagian ini pemisahan terjadi, bagus atau buruk nya pemisahan dominan diakibatkan dari pilihan kolom baik isi kolom maupun dimensi dari kolom dan juga parameter suhu kolom. Secara umum semakin rendah suhu kolom maka pemisahan akan lebih efisien dengan konsekuensi analisa akan lebih lama, dan sebalik nya dengan suhu kolom tinggi maka analisa akan lebih cepat dengan kemungkinan pemisahan yang buruk. Untuk pilihan kolom sendiri aturan umum nya adalah aturan Like dissolve Like, saat anda ingin menganalisa analit yang polar, maka menggunakan kolom polar adalah pilihan terbaik, begitu juga sebalik nya
Suhu Gas Kromatografi
Pilihan kolom, menentukan urutan pemisahan dan kualitas
  • Detektor, tugas dari detektor adalah mendeteksi senyawa – senyawa yang sudah dipisahkan oleh kolom sehingga dapat di tampilkan dalam bentuk kromatogram. Detektor dibagi menjadi detektor Universal yang mampu mendeteksi senyawa yang luas dengan konsentrasi yang cenderung tinggi, serta Detektor spesifik yang mendeteksi senyawa senyawa tertentu (seperti organo klor, organo pospor) dengan konsentrasi yang rendah (sensitif)

Ingin mengetahui lebih mengenai Gas Kromatografi yang kami dukung, anda dapat mengujungi link berikut Scion Instruments

Gas Kromatografi
Tagged on:                             

3 thoughts on “Gas Kromatografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Contact Us