Analisa Biodiesel Scion Instruments PT. Saranalab Mandiri Analitika

Implementasi program mandatori B30 (30% Biodiesel, 70% Solar) memerlukan kemampuan analisa biodiesel yang mumpuni. Scion Instruments memberikan keseluruhan range analyzer untuk mendukung analisa biodiesel yang akurat, presisi dan juga ekonomis.

Spesifikasi dari biodiesel ditentukan dalam 2 standard yaitu ASTM 6751 (Standard Specification for Biodiesel Fuel Blend Stock (B100) for Middle Distillate Fuels) dan juga EN 14214 (Automotive fuels – Fatty acid methyl esters (FAME) for diesel engines – Requirements and test methods),

Kedua standard diatas melakukan pendekatan yang berbeda. Dalam ASTM 6751 ditentukan spesifikasi dari Crude Biodiesel(B100) yang nanti nya akan dipergunakan dalam pencampuran dengan solar, dan setelah dilakukan pencampuran spesifikasi nya akan merujuk ke ASTM D975 ( hingga B5) atau D7467 (hingga B20).

Sedangkan EN 14214 menentukan spesifikasi dari Fatty acid methyl esters (FAME) untuk digunakan di mesin diesel, berbeda dengan ASTM 6751, Biodisel (B100) yang memenuhi spesifikasi dari EN 14214 dapat digunakan tanpa dicampur di mesin diesel (yang telah dimodifikasi). Jika dilakukan pencampuran maka akan merujuk ke spesifikasi yang tercantum dalam EN 590 atau standar lainnya.

spesifikasi Biodiesel
Spesifikasi Biodiesel

Spesifikasi detail dapat ditemukan di link berikut , dan Indonesia memiliki SNI 7182 yang dapat ditemukan di link berikut

Beberapa key analysis dilakukan menggunakan Gas Kromatografi (GC), dan Scion Instruments GC memberikan full range GC analyzer untuk memenuhi keseluruhan analisa Biodiesel

Analisa Biodiesel menggunakan GC

Analisa Kandungan Ester (FAME) – EN14103

Analisa Biodiesel FAME Scion Instruments PT. Saranalab Mandiri Analitika
Kromatogram FAME Biodiesel

Analisa FAME berdasarkan EN 14103, dilakukan menggunakan GC dengan injektor Split/Splitless, kolom kapiler polar dan detektor FID. Detail parameter GC adalah sebagai berikut

GC : 456-GC
Column : SelectTM Biodiesel for FAME Fused Silica, 30m x 0.32mm, df = 0.25 µm, #CP9080
Oven : 200°C isothermal
Injector : Split/splitless injector, 250°C, split 100 mL/min; type 1177 EFC, Auto sampler CP-8410
Detector : 250°C, FID
Carrier gas : Helium, 10 psi

Hasil ulangan / presisi dari analisa FAME dengan parameter diatas adalah sebagai berikut

Presisi analisa FAME

Analisa Methanol – EN 14110

Analisa Biodiesel Methanol Scion Instruments PT. Saranalab Mandiri Analitika
Kromatogram Methanol dan Internal Standard

Analisa Methanol sesuai EN 14110 dapat di aplikasikan ke sample dengan sebaran konsentrasi 0.01 – 0.5% (m/m) dengan syarat yang diizinkan adalah < 0.2 % (m/m). Analisa dilakukan dengan mengkombinasikan Headspace sampler (HS) dan GC dengan FID detektor. GC Scion Instruments 456 dapat menggabungkan beberapa method analisa dalam 1 unit GC. Parameter GC dan HS adalah sebagai berikut

parameter GC
Parameter HS

Kurva kalibrasi dan juga hasil ulangan dari GC dengan parameter tersebut adalah sebagai berikut

Kurva kalibrasi 0.01%, 0.1% dan 0.5% (m/m)

Presisi analisa Methanol

Analisa Free / Total Glycerin – ASTM 6584 / EN 14105

Analisa Biodiesel Glycerin Monoglyceride Scion Instruments PT. Saranalab Mandiri Analitika
Kromatogram analisa Glycerin in Biodiesel

Analisa Glycerin memerlukan teknik khusus dimana dibutuhkan injektor OCI (On Column Injector) yang diatur suhu nya berprogram. Untuk dapat mengukung analisa hingga Triglyceride diperlukan kolom dengan daya tahan suhu tinggi dan akhir nya di deteksi menggunakan FID. Parameter GC adalah sebagai berikut

Analisa Biodiesel Glycerin Scion Instruments PT. Saranalab Mandiri Analitika
parameter analisa Glycerin Biodiesel

Kurva kalibrasi dan juga presisi dari parameter analisa adalah sebagai berikut

Kurva kalibrasi Glycerin
Kurva kalibrasi Monoolein
Presisi analisa Glycerin
Analisa Biodiesel
Tagged on:                         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Contact Us